
Wajo, 14 Juli 2026 – SMK Negeri 2 Wajo bekerja sama dengan Tim Penyuluh Agama Kecamatan Pitumpanua melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengukuran Arah Kiblat yang diikuti oleh murid kelas XI dan XII, guru, serta tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung di panggung SMKN 2 Wajo dengan suasana yang tertib dan khidmat, di mana para peserta mengikuti kegiatan dari koridor sekolah yang telah diatur secara rapi.
Acara diawali oleh Ibu Jumiati Malik, S.Pd.I. selaku pemandu kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Satuan Pendidikan SMKN 2 Wajo, Bapak Muhammad Jaenal, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya menambah wawasan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman mengenai arah kiblat merupakan bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah sekaligus meningkatkan literasi keagamaan di lingkungan sekolah.
Memasuki sesi inti, Bapak Ali Ajibulloh Ikhsan sebagai perwakilan Tim Penyuluh Agama Kecamatan Pitumpanua menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Kiblat merupakan peristiwa ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara akurat. Pada tahun 2026, fenomena ini terjadi pada 26 dan 27 Mei, serta 15 dan 16 Juli.
Dalam pemaparannya, tim penyuluh juga menjelaskan bahwa pengukuran arah kiblat sangat diperlukan pada berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum, seperti masjid dan musala, agar saf salat menghadap kiblat dengan tepat; lapangan, terutama yang sering digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri, Iduladha, atau salat istisqa; serta area pemakaman, karena dalam syariat Islam jenazah dimakamkan dengan posisi menghadap kiblat. Oleh karena itu, ketepatan arah kiblat menjadi hal penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan.
Sebagai bagian dari praktik pembelajaran, Tim Penyuluh Agama melakukan simulasi pengukuran arah kiblat di panggung SMKN 2 Wajo. Simulasi tersebut memberikan gambaran langsung kepada seluruh peserta mengenai langkah-langkah menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pengukuran. Tim penyuluh mempraktikkan cara membuka peramban Google Chrome, kemudian mengakses laman https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev/, membuat akun, serta melengkapi data lokasi. Dengan persiapan tersebut, guru, tenaga kependidikan, dan murid diharapkan dapat melakukan pengukuran arah kiblat secara mandiri di rumah masing-masing pada 15 atau 16 Juli 2026 pukul 05.27 WITA, saat fenomena Rashdul Kiblat kembali terjadi.
Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Wajo berharap seluruh warga sekolah tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya arah kiblat yang akurat, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana mendukung pelaksanaan ibadah. Sinergi antara sekolah dan Penyuluh Agama Kecamatan Pitumpanua menjadi wujud nyata kolaborasi dalam memperkuat karakter religius serta meningkatkan literasi keagamaan di lingkungan Skandawa Cekatan.
#SMKN2Wajo#SkandawaCekatan#SosialisasiArahKiblat#RashdulKiblat#LiterasiKeagamaan#PenguatanKarakter#PendidikanKarakter#PenyuluhAgama#Kemenag#Pitumpanua#MuridBerkarakter#SekolahReligius#BudayaPositif#SMKBisaHebat#DisdikSulsel#Wajo#SulawesiSelatan#KolaborasiUntukPendidikan#SkandawaMelayani#TeachingFactory
