


Skandawa, 22 Juni 2026 — SMK Negeri 2 Wajo menggelar kegiatan In House Training (IHT) yang dirangkaikan dengan rapat kerja pada Senin (22/6/2026) di Ruang Praktik Siswa Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pembelajaran SMK melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis TEFA untuk Mewujudkan Lulusan Kompeten, Berkarakter, Adaptif, dan Siap Kerja di Era Digital.”
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMK Negeri 2 Wajo, serta turut menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Kabupaten Wajo-Soppeng-Sidrap, pengurus komite sekolah, dan para narasumber.
Acara dipandu oleh Ibu Jumiati Malik, S.Pd.I selaku pembawa acara, diawali dengan pembacaan doa oleh Ibu Riana Oktafianingsih, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Nanda Sagita Putri, S.Pd.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia IHT, Ibu Andi Dadiana F, S.Si., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu SMK Negeri 2 Wajo. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT menjadi bagian dari upaya strategis sekolah dalam meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam memahami serta mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis Teaching Factory (TEFA) sebagai penguatan pendidikan vokasi.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kualitas pembelajaran, dan merancang langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital.
Dalam sambutannya, Kepala UPT SMK Negeri 2 Wajo, Bapak Muhammad Jaenal, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk Bapak Kepala Cabang Dinas Wilayah IV serta pengurus Komite SMKN 2 Wajo.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan IHT dan rapat kerja tahun ini sengaja dijadwalkan di luar minggu efektif pembelajaran, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini diambil agar seluruh peserta dapat lebih fokus mengikuti kegiatan secara maksimal tanpa terganggu aktivitas pembelajaran.
Menurut beliau, IHT merupakan ruang untuk meningkatkan kapasitas diri, sedangkan rapat kerja adalah ruang berpikir bersama untuk memajukan lembaga. Ia menegaskan bahwa salah satu indikator sehatnya sebuah organisasi adalah kemampuannya untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan setiap tahun.
Selain itu, beliau juga memberi masukan kepada panitia agar pada pelaksanaan rapat kerja mendatang dapat melibatkan pihak IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja) sebagai bagian penting dalam penguatan link and match pendidikan vokasi.
Sementara itu, Ketua Komite SMKN 2 Wajo, Bapak Muhammad Tahir, menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan sekolah. Ia menegaskan bahwa komite telah dan akan terus menjalankan program-program prioritas untuk mendukung pengembangan SMK Negeri 2 Wajo.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Bapak Dr. H. Settaraming, S.Pd., M.Si., menyampaikan materi sekaligus penguatan kepada seluruh peserta. Mengawali sambutannya dengan pantun, beliau mengajak seluruh peserta membangun semangat dan energi positif dalam mengikuti kegiatan.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, ada tiga hal utama yang harus menjadi mindset guru, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.
Beliau juga menegaskan bahwa guru wajib memiliki perangkat pembelajaran yang baik, mampu mengontekstualkan materi sesuai kebutuhan peserta didik, serta menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa proses belajar guru dapat dilakukan berbasis satuan pendidikan melalui seminar praktik baik, maupun berbasis MGMP untuk membahas strategi teknis dalam meningkatkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA), khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Ia juga menyoroti rendahnya hasil Tes Kompetensi Akademik siswa yang berdampak pada penurunan akreditasi di banyak sekolah. Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran menjadi agenda yang tidak bisa ditawar.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa rapat kerja merupakan kewajiban setiap satuan pendidikan yang harus dilaksanakan setiap tahun. Dalam rapat kerja, sekolah harus memaparkan visi, misi, dan tujuan yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, yaitu mengembangkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Menutup arahannya, beliau menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah hati seluruh peserta.
“Murid-murid tidak memerlukan guru yang sempurna, tetapi murid membutuhkan guru yang bahagia. Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang-orang hebat.”
Beliau juga mengingatkan bahwa menjadi guru yang baik adalah salah satu pekerjaan paling berat, namun sekaligus paling mulia. Sebab di tangan guru, masa depan bangsa sedang ditenun—helai demi helai, hari demi hari.
Kegiatan IHT ini menjadi momentum penting bagi SMK Negeri 2 Wajo untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya refleksi, dan merancang langkah strategis demi melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Dukung terus berbagai kegiatan positif siswa SMK Negeri 2 Wajo melalui kanal resmi berikut:
Website: www.smkn02wajo.sch.id
Instagram: @skandawa_smkn2wajo
YouTube: Skandawa Cekatan
Facebook: Skandawa Wajo



