Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, SMKN 2 Wajo Perkuat Pendidikan Karakter dan Kompetensi Murid

11 September 2026 — SMK Negeri 2 Wajo memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus memperkuat karakter, keimanan, dan kompetensi murid dalam menghadapi masa depan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 2 Wajo tersebut diikuti oleh murid, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta tamu undangan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Satuan Pendidikan SMK Negeri 2 Wajo, Bapak Muhammad Jaenal, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. serta menyapa dan mengapresiasi seluruh tamu undangan dan warga sekolah yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Pendidikan juga menyampaikan bahwa momentum Maulid tahun ini menjadi semakin bermakna karena dirangkaikan dengan sejumlah agenda pengembangan sekolah, di antaranya Launching English Area serta Launching Teaching Factory Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan komitmen SMKN 2 Wajo untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala Satuan Pendidikan kemudian membuka secara resmi kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dengan mengucapkan basmalah.

Mengajak Murid Merefleksikan Makna Maulid

Tidak sekadar mengikuti rangkaian acara, murid diajak untuk menjadikan Maulid sebagai ruang refleksi. Kepala Satuan Pendidikan mendorong murid untuk memikirkan kembali perasaan yang muncul selama mengikuti kegiatan, pembelajaran yang diperoleh, hal yang paling berkesan, serta memberikan koreksi, umpan balik, dan masukan terhadap hal-hal yang mereka lihat, rasakan, dan dengarkan.

Ajakan tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan di SMKN 2 Wajo. Sebab, kegiatan keagamaan bukan hanya tentang hadir dan mengikuti acara, tetapi juga tentang bagaimana setiap pengalaman mampu melahirkan kesadaran, pembelajaran, dan perubahan sikap.

Komite Apresiasi Kolaborasi Warga Sekolah

Ketua Komite SMKN 2 Wajo, Muhammad Tahir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika SMKN 2 Wajo yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad saw.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari kebersamaan dan kerja sama seluruh unsur sekolah. Kolaborasi antara sekolah, komite, guru, tenaga kependidikan, dan murid menjadi kekuatan penting dalam menciptakan kegiatan pendidikan yang bermakna.

Penguatan Peran Pendidik Membentuk Generasi Emas

Sementara itu, sambutan Camat Pitumpanua yang diwakili oleh Ibu St. Rahmah, S.Sos., memberikan penguatan terhadap peran pendidik dan tenaga kependidikan dalam membentuk generasi emas.

Pendidikan tidak hanya bertugas mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter, etika, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat SMKN 2 Wajo dalam membangun murid yang cerdas, kreatif, terampil, berbudaya, dan berdaya saing.

Hikmah Maulid: Iman, Guru, Kompetensi, dan Lingkungan Pertemanan

Hikmah Maulid disampaikan oleh KM. H. Ambo Lahang, S.Ag., M.Ag. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan apresiasi terhadap berbagai pembiasaan yang telah dibangun di SMKN 2 Wajo.

Salah satu hal yang menarik perhatian beliau adalah penggunaan tiga bahasa—Indonesia, Arab, dan Inggris—dalam pewartaan kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa suasana tersebut membuatnya seolah-olah sedang berada di lingkungan pondok pesantren. Menurut beliau, hal itu dapat terwujud karena penggunaan berbagai bahasa telah menjadi bagian dari pembiasaan di SMKN 2 Wajo. Nuansa religius semakin terasa dengan penampilan sepasang murid yang melantunkan Barzanji.

Beliau juga menekankan pentingnya memulai setiap aktivitas dengan doa. Pesan tersebut dikaitkan dengan arahan Kepala Satuan Pendidikan agar murid senantiasa memohon ilmu dan pemahaman sebelum belajar dan menjalankan aktivitas.

Murid kemudian diajak bersama-sama membaca doa:

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا

“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah kepadaku pemahaman.”

Suasana menjadi semakin khidmat ketika KM. H. Ambo Lahang menyampaikan penghormatan dan rasa harunya saat berbicara tentang guru. Guru, menurut beliau, memiliki peran besar dalam membimbing, mendidik, dan mengantarkan generasi muda menuju masa depan.

Dalam hikmahnya, beliau juga mengingatkan bahwa iman harus ditempatkan di atas segala urusan dunia. Kisah perjalanan Nabi Muhammad saw. menuju Sidratul Muntaha menjadi salah satu pengingat tentang pentingnya kedekatan kepada Allah Swt. dan keteguhan iman dalam menjalani kehidupan.

Selain penguatan spiritual, beliau memberikan pesan yang sangat relevan dengan karakter pendidikan kejuruan: murid SMK harus terus meningkatkan kompetensi. Lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan.

Pesan lainnya adalah pentingnya memilih sahabat dan lingkungan pergaulan yang baik. Pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan masa depan seseorang. Karena itu, murid diajak untuk membangun lingkungan pergaulan yang saling menguatkan dalam kebaikan, belajar, dan meraih cita-cita.

Maulid sebagai Momentum Menyatukan Iman dan Kompetensi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di SMKN 2 Wajo tidak berhenti pada seremoni. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya harus berjalan seimbang: menguatkan iman, membentuk akhlak, sekaligus mengembangkan kompetensi.

Rangkaian kegiatan yang dipadukan dengan launching English Area dan Teaching Factory Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga memperlihatkan arah pendidikan SMKN 2 Wajo yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.

Keteladanan Nabi Muhammad saw. menjadi inspirasi untuk membangun pribadi yang berakhlak, sementara pendidikan vokasi menjadi jalan untuk membentuk generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dari masjid hati, dari ruang kelas, hingga dunia kerja—semuanya bermuara pada satu tujuan: membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, terampil, dan mampu memberi manfaat bagi sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Ujian Sekolah Daring
Ujian Sekolah Daring

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis