
Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada angin musim timur, sekolah tidak cukup hanya berdiri kokoh di ruang kelas. Ia harus hadir di tengah masyarakat, berbicara dengan dunia industri, dan menyalakan jejaknya di ruang digital. Itulah ruh yang tercermin dalam Laporan Pelaksanaan Program Kerja Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Industri (Humas-Hubin) SMK Negeri 2 Wajo Tahun Pelajaran 2025/2026 yang disusun oleh Arni Susanti Oktavia, M.Pd.
Laporan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas berbagai langkah strategis yang telah dijalankan sepanjang satu tahun pelajaran dalam membangun komunikasi, memperluas kemitraan, serta memperkuat citra positif sekolah di tengah masyarakat.
Bidang Humas-Hubin memegang peranan penting sebagai jembatan penghubung antara sekolah dengan orang tua, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), alumni, serta berbagai stakeholder lainnya. Tak sekadar menyampaikan informasi, Humas-Hubin juga menjadi wajah sekolah yang membangun kepercayaan publik dan merawat nama baik lembaga.
Sepanjang Tahun Pelajaran 2025/2026, berbagai program strategis berhasil dilaksanakan. Pada bidang publikasi dan dokumentasi, Tim Humas bekerja sama dengan Tim Jurnalistik dalam meliput berbagai kegiatan sekolah, mulai dari upacara bendera, PORSEKA, asesmen sekolah, kegiatan PKL, guru tamu, hingga rekrutmen kerja oleh dunia industri. Dokumentasi dalam bentuk foto, video, artikel website, dan konten media sosial terus diproduksi secara konsisten sebagai arsip digital sekaligus alat branding sekolah.
Salah satu capaian yang cukup mencolok adalah pengelolaan media sosial sekolah. Dalam satu tahun ajaran, SMKN 2 Wajo berhasil mempublikasikan 1.120 konten di Facebook dengan total 356.167 tayangan, rata-rata 102 postingan per bulan atau sekitar 3–4 postingan per hari. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah denyut yang menunjukkan bahwa sekolah hidup, bergerak, dan terlihat oleh masyarakat.
Pada aspek hubungan dengan orang tua dan masyarakat, Bidang Humas-Hubin melakukan inovasi komunikasi melalui transformasi grup paguyuban orang tua menjadi Saluran WhatsApp “SMKN 2 Wajo – Skandawa Cekatan”, sebuah kanal resmi yang lebih efektif, terstruktur, dan menjangkau lebih luas. Langkah kecil, tapi efeknya seperti batu dilempar ke danau—riak informasinya sampai jauh.
Dalam bidang hubungan industri dan kemitraan, Humas-Hubin aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti PT Panasonic Manufacturing Indonesia, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Pegadaian, serta sejumlah instansi pemerintah dan sektor industri lainnya. Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan MoU, program guru tamu, sinkronisasi kurikulum, rekrutmen alumni, hingga dukungan pelaksanaan PKL.
Tak hanya itu, Bidang Humas juga mengelola sistem TAKOLA untuk pengajuan bantuan pemerintah dengan berhasil mengunggah 3 proposal bantuan, serta mendampingi pengisian Tracer Study Alumni yang berhasil diikuti oleh 184 alumni sebagai bagian dari pemetaan lulusan dan evaluasi mutu pendidikan.
Secara keseluruhan, capaian program Bidang Humas-Hubin berada pada angka 59,5% dengan kategori Berkembang. Angka ini mungkin tampak sederhana, tapi seperti padi yang menunduk, justru di sanalah makna kerja nyata sering tersembunyi: tidak semua yang besar harus terlihat keras berisik. Banyak dampak besar lahir dari kerja sunyi yang konsisten.
Beberapa hambatan masih menjadi catatan, seperti keterbatasan waktu dokumentasi, sarana publikasi, serta sumber daya manusia. Namun berbagai solusi telah dirancang, mulai dari penguatan kolaborasi lintas bidang, optimalisasi teknologi digital, hingga pelibatan siswa dalam tim publikasi.
Ke depan, Bidang Humas-Hubin menargetkan penguatan kualitas publikasi digital, perluasan jaringan kemitraan industri, pembangunan Career Center sekolah, pengembangan portofolio digital siswa, serta pelaksanaan Career Talk Inspiratif secara berkala.
Karena hari ini sekolah bukan hanya tentang siapa yang mengajar di kelas, tetapi juga tentang siapa yang mampu membangun jembatan menuju masa depan. Di SMKN 2 Wajo, jembatan itu sedang dibangun—batu demi batu, kata demi kata, kerja demi kerja.